Penemuan misterius yang ditemukan oleh para Arkeolog selalu mengundang rasa penasaran. Apalagi penemuan ini letaknya berada di dasar lautan. Sejauh ini, penemuan ini masih dikaji sehingga belum jelas mengenai asal usulnya.

Penemuan ini setidaknya memberikan gambaran kecil mengenai peradaban di masa lampau. Hanya saja, peradaban ini harus musnah ditelan oleh Samudera akibat pergeseran lempeng bumi yang menjadikan daratan sebagai lautan.

Berikut ini, kami akan menunjukkan dua penemuan misterius yang letaknya berada di dasar lautan. Di antaranya adalah sebagai berikut ini.

Monumen Yonaguni
Pada tahun 1986, seorang instruktur selam bernama Kihachiro Arateka menyelam di perairan lepas. Tepatnya di pulau Yonaguni, Jepang.

Penyelam ini menemukan sebuah bangunan kuno yang membuatnya takjub. Bangunan ini berbentuk persegi panjang dengan sudut 90 derajat.

Bangunannya memiliki dinding lurus, kolom serta tangga yang terbentuk sempurna. Bangunan ini bertingkat pada sisi gunung. Membuatnya terlihat seperti sebuah kota yang dulu pernah digunakan oleh masyarakat kuno.

Bangunan ini dikenal dengan sebutan Monumen Yonaguni. Monumen ini dipercaya sebagai salah satu kota yang berdiri ribuan tahun silam. Akibat dari peristiwa seismic, monument ini harus tenggelam dan meninggalkan sisa peninggalan yang cukup mengejutkan dunia.

Sampai saat ini, masih penemuan ini masih menjadi misteri. Eksistensinya di masa lampau masih belum diketahui secara pasti. Makanya, masih banyak hal yang perlu dikaji oleh para peneliti untuk mengungkap peradaban pada masa lalu.

Kota Atlantis
Penemuan yang tidak kalah menggemparkan dunia ialah kota Atlantis. Keberadaannya membuat penasaran public. Bahkan masih menimbulkan tanda Tanya terhadap kebenarannya.

Kota ini dipandang sebagai salah satu kota yang hilang. Kota ini tampak nyata dengan isi bangunan kuno yang masih bisa dilihat. Tentunya, ini sedikit memberikan penjelasan meskipun belum tentu benar seutuhnya.

Jika merujuk pada teks Plato, Atlantis berada di Samudera Atlantik. Di sini terletak sebuah pulau yang berada di depan Selat Yunani Kuno. Selat ini disebut dengan selat Gibraltar.

Di selat ini ada Spanyol dan Afrika yang dipisahkan oleh lautan. Spanyol sendiri memiliki sebuah kota yang dinamai dengan Cadiz.

Cadiz sendiri merupakan kota tua yang terletak di Eropa Barat. Menariknya, nama kota ini dulunya adalah Gades.

Gades sendiri memiliki kemiripan dengan nama pangeran Atlantis ribuan tahun silam. Pangeran tersebut adalah Gades atau Gadeirus.

Sejauh ini, masih banyak yang mempertanyakan tentang eksistensinya di masa lampau. Secara, kota ini dinilai sudah ada sejak 11.500 tahun silam.

Mengenai cerita musnahnya kota ini seakan terkuak dengan cerita di masa lampau. Pada saat itu, ada orang bijak Yunani bernama Solon berkunjung ke pendeta di Mesir. Orang bijak ini berbicara mengenai banjir besar di masa sebelumnya.

Solon dan pendeta juga membicarakan tentang sebuah peradaban yang hilang. Bahkan pendeta ini meyakinkan bahwa cerita ini bukan hanya sekedar cerita kuno semata. Ini berarti ada kemungkinan bahwa hal yang diceritakan oleh Solon memang benar adanya.

Cerita ini terus berkembang hingga saat ini. Ada kemungkinan bahwa peradaban yang hilang ini ialah kota Atlantis ini. Kota ini ditemukan di sekitar lokasi yang pernah diceritakan oleh Solon, tentunya merujuk pada teks Plato.

Sampai saat ini, masih ada sisa-sisa bangunan kuno yang seakan menunjukkan adanya kehidupan di masa lalu. Sampai akhirnya tenggelam akibat banjir besar yang terjadi ribuan tahun silam.

Itulah beberapa penemuan misterius yang berada di dasar laut. Penemuan ini masih terus dikaji oleh para peneliti. Tentunya untuk menguak misteri tentang peradaban manusia di masa lalu.

Leave a Reply